Sudahkah kita bersiap sedia untuk negeri akhirat?

SHALAT JENAZAH. Shalat hendaknya bukan sebagai kewajiban, karena akan menjadi sebuah beban kehidupan. Namun shalat idealnya menjadi sebuah kebutuhan, sehingga menjadi sebuah kekurangan saat belum dilakukan. Sehingga shalat menjadi kesempurnaan hidup seorang muslim sebelum dishalati, karena ketidakberdayaan melakukan shalat.

SHALAT JENAZAH. Shalat hendaknya bukan sebagai kewajiban, karena akan menjadi sebuah beban kehidupan. Namun shalat idealnya menjadi sebuah kebutuhan, sehingga menjadi sebuah kekurangan saat belum dilakukan. Sehingga shalat menjadi kesempurnaan hidup seorang muslim sebelum dishalati, karena ketidakberdayaan melakukan shalat.

Setiap yang bernafas pasti mati. Hidup didunia ini sementara dan sekejap sahaja. Kalau senang pun sementara dan sekejap. Kalau susah pun sementara dan sekejap. Akhirat pula jauh lebih besar dan kekal buat selama-lamanya. Kalau senang ertinya mendapat syurga yang merupakan kebahagiaan hakiki yang tidak dapat dibayangkan. Kalau susah pula ertinya neraka yang merupakan seksaan hakiki. Azabnya amat dahsyat yang tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. Api neraka bukan macam api lilin. Api lilin yang paling kecil pun tidak upaya siapa pun yang menahan kepanasannya. Sedangkan seringan-ringan api neraka, berpijak atas baranya sahaja sudah mendidih otak di kepala. Kalau memahami hakikat ini janganlah memburu kesenangan yang sedikit didunia ini, hingga sanggup menderhakai Tuhan. Dan janganlah kerana takutkan kesusahan yang sedikit didunia ini, hingga sanggup derhaka kepada Tuhan.

jenazah1

Di sinilah perlunya kita rasa takut dan bimbang terhadap Tuhan yang diri kita dalam genggamanNya. Kita tidak tahu apa sukatan Tuhan yang bersifat maknawiyah keatas kita. Semoga dengan kekal rasa takut dan bimbang, maka Tuhan rahmati kita hingga dihari pertemuan denganNya.

  1. Ada manusia yang Tuhan beri petunjuk dan pimpinanNya. Dia berada dalam kebenaran dan kebaikan dari awal hingga akhir hidupnya.
  2. Ada manusia yang diawal hidupnya dalam kesesatan. Manakala diakhir hisupnya Tuhan beri petunjuk dan pimpinanNya dan berada dalam kebenaran.
  3. Terdapat manusia yang  diawal hidupnya dalam kebenaran tetapi diakhir hidupnya dalam kesesatan.
  4. Terdapa pula manusia yang dari awal hingga akhir hidupnya dalam kesesatan.

Kita tidak tahu kategori mana yang menimpa nasib kita. Nasib kita belum tahu. Sanggupkah kita berhadapan dengan Allah swt di akhirat kelak dalam kesesatan. Sedangkan dunia ini ibarat mimpi saja berbanding akhirat. Sebab itu Allah swt ulang banyak kali dalam Al Quran dengan maksud, “Dan akhirat itu lebih baik dan kekal.” Lebih baik yang Allah swt istilahkan itu tidak boleh di fahamkan maksudnya menurut bahasa. Lebih baik yang Allah swt maksudkan itu menurut pengertian Tuhan. Kalau lebih baik itu disudut sedapnya rasa makanan, kelazatan diakhirat nanti tidak dapat dibayangkan, malah rasa lazat itu kekal hingga beribu tahun. Hingga kelazatan makanan itu berlapis dan bertindih. Ini belum lagi digabungkan denga kelazatan dari sumber yang tidak terbatas banyaknya.

sumber : www.eratimur.com

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: