Ragam Fatwa Rokok Haram dari MUI

PAPARAN ancaman rokok pada wanita hamil, para peneliti dari University of Maryland School of Medicine mengungkapkan indikasi tersebut setelah melakukan riset mengenai risiko stroke di antara wanita perokok berusia 15 hingga 49 tahun. 

Hasil riset menunjukkan wanita perokok memiliki kecenderungan 2,6 kali lipat mengalami stroke dibandingkan non-perokok. Menurut pimpinan riset, Dr. John Cole, wanita dengan konsumsi rokok paling banyak menghadapi ancaman risiko paling tinggi mengalami serangan yang dapat menimbulkan kelumpuhan dan kematian ini.

Sebagai contoh, wanita yang menghabiskan rata-rata 21 hingga 39 batang rokok setiap hari tercatat memiliki risiko stroke 4,3 kali lebih tinggi ketimbang non-perokok. Sedangkan mereka yang menghisap sekitar 40 batang atau sekitar dua bungkus per hari, risiko mengalami stroke bisa mencapai 9,1 kali lipat ketimbang non-perokok. Bisa dibayangkan bahaya macam apa yang dapat dibawa ke janin bayi pada wanita perokok yang sedang hamil.

Fatwa Haram Rokok Pada Remaja & Anak Di Bawah Umur

Telah banyak pembahasan yang mengetengahkan bahaya paparan rokok pada tubuh manusia yang mencakup secara holistik. Dalam hal ini, pemutusan fatwa haram rokok untuk dikonsumsi khusus pada remaja dan anak dibawah umur telah melalui beberapa peninjauan yang ada.

Sedikitnya terdapat anak-anak berusia 5 hingga 9 tahun sudah mencoba merokok. Yang mencengangkan, jumlah anak yang merokok di bawah usia 15 tahun meningkat 30 persen jumlahnya satu tahun terakhir. Hal ini terpicu dari berbagai hal, diantaranya faktor yang paling besar memberikan sumbangsih angka menambahnya perokok usia muda adalah faktor sosial.

Dimana dalam hal ini lingkungan sekitar anak sangat memberikan kontribusi dalam perkembangannya. Jika anak berada dalam lingkungan yang mayoritas adalah perokok, maka besar kemungkinan sang anak yang sedang dalam masa perkembangan terbawa pada situasi lingkungannya. Semakin didukung pula begitu mudahnya akses untuk mendapatkan rokok sekalipun pada anak pada masa saat ini.

Lingkungan keluarga, dalam hal ini sebagai lingkungan sosial awal yang mendasar sebagai titik awal pendidikan anak pun dapat memicu terciptanya perokok muda. Berawal dari aspek ekonomi, aktivitas merokok turut memperburuk kondisi keuangan keluarga. Berdasarkan fakta, sebagian besar perokok berasal dari keluarga ekonomi kurang mampu.

Semakin terpicu, tidak sedikit kepala keluarga mengambil keputusan prioritas mengonsumsi rokok menjadi nomor dua setelah kebutuhan beras. Artinya, anggaran keluarga telah menghabiskan lebih dari 50% penghasilannya untuk membeli rokok. Sangat jauh dengan pos anggaran kebutuhan gizi untuk anak-anaknya, begitu juga biaya sekolahnya. Lebih penting merokok daripada menangani gizi buruk anaknya.

Melalui pembahasan medis, bahaya rokok pada tubuh anak datang dari 4000 zat kimia yang  200 diantaranya beracun. Zat kimia yang dikeluarkan oleh rokok terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Diantaranya nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok.  Serta tak kurang, 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh dan beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dan sebagainya.

Sekali lagi, bisa dibayangkan ragam paparan zat kimia tersebut masuk kedalam tubuh anak yang masih rapuh dalam mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan.

Fatwa Haram Merokok di Tempat Umum & Praktisi MUI

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, dalam fatwa haram rokok MUI diputuskan merokok haram dilakukan apabila di tempat umum. Paling sedikit setidaknya 200.000 kematian terjadi setiap tahunnya akibat merokok, 25.000 kematian di antaranya adalah para perokok pasif.

Pada khususnya pada wilayah DKI Jakarta, dengan mengandalkan kekuatan Peraturan Daerah (PERDA) DKI Jakarta No. 2 Tahun 2005 yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (PEMDA DKI Jakarta) mengenai Pengendalian Udara yang telah diberlakukan dari Februari 2006 lalu, dimana dalam peraturan tersebut otoritas daerah DKI telah menjatuhkan larangan merokok di tempat umum, rumah makan, pusat pertokoan, kantor, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya termasuk kantor pemerintah.

Tidak main-main, usaha PEMDA dalam kontribusi realisasi agenda perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat ini dikembangkan dengan menjatuhkan sangsi pidana kepada pelanggar. Jika disepelekan, telah ditetapkan hukuman kurungan pidana selama 6 bulan dan denda maksimal Rp. 500 juta bagi pelanggar.

Tentunya, penting diketahui, peraturan yang ada merupakan bagian dari usaha untuk menghindari warga yang tidak merokok ikut menanggung risiko sakit yang disebabkan paparan bahaya dari rokok.

Untuk mendukung langkah awal usaha MUI, penegakkan implementasi haram rokok diberlakukan bagi seluruh praktisi MUI tanpa kecuali, pun hal ini merupakan bagian dari proses peneladananan untuk masyarakat.

Secara psikologis, peraturan dan fatwa haram ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran moral kepada masyarakat akan bahaya ancaman merokok. Karena perlu dipertimbangkan, masih banyak pihak yang sudah mengetahui akan bahaya rokok dan merokok. Namun sedikit sekali yang sudah menyadari betul akan hal tersebut.

Padahal, jika direnungi, besar nilai himbauan bahaya rokok sudah tidak sebanding dengan nilai nyawa para korban jiwa yang melayang diakibatkan dari paparan bahaya merokok. Diharapkan, dengan penanaman doktrin beban moral bagi yang (masih) memercayai akan kehidupan setelah kematian nanti, paradigma masyarakat akan bahaya rokok dapat menjadi sepaham akan pentingnya nilai-nilai kesehatan

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: