THE LAST AIRBENDER, Proyek Pendongkrak Citra Shyamalan

KESERAKAHAN membuat Bangsa Api tak ingin hidup berdampingan dalam damai bersama bangsa-bangsa lain. Satu-satunya cara untuk memastikan Bangsa Api bisa berkuasa adalah dengan membunuh Avatar yang menjadi penyeimbang dari semua kekuatan yang ada di bumi. Karena itu pula Bangsa Api lantas berusaha mencari reinkarnasi Avatar, yang konon akan terlahir dari Bangsa Udara.

Aang (Noah Ringer) adalah seorang bocah kecil yang terlahir dari bangsa Udara. Tanpa disadari Aang adalah reinkarnasi Avatar dan karena itu ia bakal memikul tanggung jawab menjadi penyeimbang alam semesta. Untuk itu, Aang tak boleh hidup seperti layaknya manusia lain. Aang tak boleh memiliki ikatan duniawi seperti orang-orang lain. Karena itu, pula Aang melarikan diri dari kuil.

Karena kecelakaan Aang terjebak dalam es dan tak sadar kalau waktu telah bergulir sementara ia membeku. Seratus tahun kemudian seorang Waterbender bernama Katara (Nicola Peltz) secara tak sengaja membangkitkan Aang dari tidur panjangnya. Di saat yang sama, kebangkitan Aang ternyata diketahui Prince Zuko (Dev Patel) yang diusir dari kerajaan sampai ia berhasil pulang membawa sang Avatar untuk Bangsa Api.

Sadar bahwa dirinya adalah Avatar, Aang tak punya pilihan lain selain memerangi Bangsa Api yang telah menindas bangsa-bangsa lain. Sayangnya, Aang hanyalah seorang Airbender. Ia tak mampu memanipulasi unsur alam yang lain seperti Api, Tanah, dan Air, padahal itulah yang dibutuhkan seorang Avatar untuk menjalankan tugas sucinya.

Agaknya, THE LAST AIRBENDER ini dimaksudkan sebagai langkah yang bakal menyelamatkan reputasi M Night Shyamalan yang belakangan makin merosot saja. Di atas kertas, THE LAST AIRBENDER ini memang menjanjikan. Bagaimana tidak, film ini diangkat dari film animasi Nickelodeon yang sudah sangat populer.

Selain itu, sang sutradara juga memasang nama-nama besar seperti Jackson Rathbone dan Dev Patel dalam daftar pemerannya. Sayangnya itu semua sepertinya masih belum cukup untuk mengembalikan pamor M Night Shyamalan.

Kesalahan pertama barangkali adalah soal casting. Semua karakter utama dalam film ini diperankan oleh aktor dan aktris kulit putih padahal dalam versi animasinya, karakter ini jelas-jelas orang Asia. Kedua, naskah yang dibuat oleh M Night Shyamalan sepertinya tidak memberi cukup ruang untuk para aktor/ aktris ini untuk mengembangkan karakter mereka, atau bisa jadi malah sang sutradara yang gagal mengarahkan mereka untuk mencapai standar tertentu.

Dialog antar karakter terasa kaku dan dibuat-buat sementara proses pembentukan karakter juga seolah dipaksakan dan tak berjalan mulus seperti pada kasus INCEPTION misalnya. Selain itu, CGI yang digunakan juga terasa kurang menggigit. Tak heran jika sampai saat ini film ini baru menghasilkan sekitar US$167 juta saja padahal modal yang sudah dikucurkan tak kurang dari US$150 juta. Seandainya film ini tidak dibuat dalam versi live-action dan tetap dipertahankan dalam format animasi, mungkin film ini lebih punya peluang. (KapanLagi)

Genre : Fantasy
Release Date : July 1, 2010
Director : M. Night Shyamalan
Script : M. Night Shyamalan
Producer : M. Night Shyamalan, Frank Marshall, Kathleen Kennedy, Sam Mercer, Scott Aversano
Distributor : Paramount Pictures
Duration : 103 minutes
Budget : US$150 million
Official Site : www.thelastairbendermovie.com
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: